Minggu, 02 Oktober 2011
Senin, 19 September 2011
Selasa, 09 Agustus 2011
JENIS-JENIS APLIKASI SERVER
1. Web Server
Menurut Wikipedia, Web Server atau Server web merupakan sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Jadi, pada dasarnya web server hanyalah sebuah perangkat lunak yang bisa saja berada di komputer apapun dengan spesifikasi apapun. PC biasapun dapat berfungsi sebagai web server.
Karena web server hanyalah suatu perangkat lunak, saat ini banyak pilihan yang dapat kita pilih. Mulai dari yang gratis (free) sampai yang berbayar, mulai dari yang kompleks sampai yang bisa berjalan di CD. Beberapa diantaranya yang cukup banyak digunakan adalah Apache Web Server, Internet Information Services (IIS), Xitami, PWS, dsb.
Menurut Wikipedia, Web Server atau Server web merupakan sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Jadi, pada dasarnya web server hanyalah sebuah perangkat lunak yang bisa saja berada di komputer apapun dengan spesifikasi apapun. PC biasapun dapat berfungsi sebagai web server.
Karena web server hanyalah suatu perangkat lunak, saat ini banyak pilihan yang dapat kita pilih. Mulai dari yang gratis (free) sampai yang berbayar, mulai dari yang kompleks sampai yang bisa berjalan di CD. Beberapa diantaranya yang cukup banyak digunakan adalah Apache Web Server, Internet Information Services (IIS), Xitami, PWS, dsb.
Sabtu, 23 Juli 2011
Konsep Dasar WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network (WAN) mempunyai konsep dasar yang sama dengan jaringan Local Area Network (LAN) dengan perbedaan pada:
- WAN mencakup daerah yang lebih luas -> dibutuhkan perangkat (hardware) di layer 1 dengan kualitas dan perlakuan khusus.
- Terdapat lebih banyak perangkat yang terhubung sehingga membutuhkan teknologi peroutingan yang lebih baik.
- Karena WAN digunakan oleh orang banyak maka dibutuhkan service untuk mendukung hal tersebut sehingga antar user tidak saling merugikan dan dirugikan.
Kamis, 31 Maret 2011
IDS (intrusion Detection System)
Intrusion Detection System (disingkat IDS) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).
Proxy
Transparent Proxy
Salah satu kompleksitas dari proxy pada level aplikasi adalah bahwa pada sisi pengguna harus dilakukan konfigurasi yang spesifik untuk suatu proxy tertentu agar bisa menggunakan layanan dari suatu proxy server. Bila diinginkan agar pengguna tidak harus melakukan konfigurasi khusus, kita bisa mengkonfigurasi proxy/cache server agar berjalan secara benar-benar transparan terhadap pengguna (transparent proxy). Biasanya cara ini memerlukan bantuan dan konfigurasi aplikasi firewall (yang
Firewall
Pengertian Firewall
Firewall atau tembok -api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway)
antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall
Firewall atau tembok -api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway)
antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall
SERANGAN LOGIKA PADA JARINGAN
Web Defacement
Serangan dengan tujuan utama merubah tampilah sebuah website – baik halaman utama maupun halaman lain terkait dengannya – diistilahkan sebagai “Web Defacement”. Hal ini biasa dilakukan oleh para “attacker” atau penyerang karena merasa tidak puas atau tidak sukakepada individu, kelompok, atau entitas tertentu sehingga website yang terkait dengannya menjadi sasaran utama. Pada dasarnya deface dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan dampak pada halaman situs yang terkena serangan terkait.
Serangan dengan tujuan utama merubah tampilah sebuah website – baik halaman utama maupun halaman lain terkait dengannya – diistilahkan sebagai “Web Defacement”. Hal ini biasa dilakukan oleh para “attacker” atau penyerang karena merasa tidak puas atau tidak sukakepada individu, kelompok, atau entitas tertentu sehingga website yang terkait dengannya menjadi sasaran utama. Pada dasarnya deface dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan dampak pada halaman situs yang terkena serangan terkait.
Kamis, 20 Januari 2011
IDS
IDS (Intrusion Detection System)
2011
Jan. 17
Jan. 17
Intrusion Detection System (disingkat IDS) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbounddalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).
Senin, 25 Oktober 2010
VLSM
vlsm adalah suatu cara untuk mengoptimalkan dengan meminimalkan range ip address dikarenakan
banyaknya ip address yang tidak terpakai atau lebih mudah mengefisienkan dalam penggunaan ip
address.contoh dalam sekolahan terbagi atas beberapa ruangan dan diantaranya terdiri dari
ruang Lab. Komputer, Lab. Bahasa, ruang perpustakaan, ruang guru,.. dan lainnya,. dan ruang
- ruang yang disebutkan tadi pingin bisa terhubung antara satu dengan yang lain.
contoh :
Lab komputer = 12 komputer
Lab Bahasa = 28 komputer
ruang guru = 6 komputer
ruang perpus = 10 komputer
untuk ip addressnya adalah 192.168.5.0/24
penyelesaian =
urutkan dari jumlah yang terbesar, maka
28 = 28 + 1 network + 1 broadcast = 30 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 32
(1 network dan 1 Broadcast)
12 = 12 + 1 network + 1 broadcast = 14 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 16
(1 network dan 1 Broadcast)
10 = 10 + 1 network + 1 broadcast = 12 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 16
(1 network dan 1 Broadcast)
6 = 6 + 1 network + 1 broadcast = 8 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 8
(1 network dan 1 Broadcast)
karena di kelas c maka untuk host IDnya berada di oktet ke 4. jumlah total adalah 256.
maka 256 - 32 =224
32 adalah 2^5
perhitungan cidrnya = 11111111.11111111.11111111.11100000 maka prefixnya /27
subnet=2^3=8
host persubnet=2^5=32
blok subnet=256-224=32
jadi blok subnetnya adalah=0,32,64,96,128,160,192,224
hasil sementara :
lab Bahasa = 192.168.5.0/27 --> 28 host = 2 host yang tidak terpakai
Lab Komputer = 192.168.5.32/27 --> 12 host = 18 host yang tidak terpakai
ruang perpus = 192.168.5.64/27 --> 10 host = 20 Host yang tidak terpakai
ruang guru = 192.168.5.96/27 --> 6 host = 24 host yang tidak terpakai
selanjutnya,....
untuk lab bahasa sudah efisien dengan 2 host yang tidak perpakai
lab komputer = 12 host maka 2^4=16
maka untuk lab komputer = 192.168.5.32/28
ruang perpus = 10 host maka 2^4=16
maka untuk ruang perpus = 192.168.5.64/28
ruang guru = 6 host maka 2^3=8
maka untuk ruang guru = 192.168.5.96/29
jadi untuk hasil akhirnya :
Lab Bahasa = 192.168.5.0/27 dengan 2 host tidak terpakai
Lab komputer = 192.168.5.32/28 dengan 2 host tidak terpakai
ruang perpus = 192.168.5.64/28 dengan 4 host tidak terpakai
ruang guru = 192.168.5.96/29 dengan 0 host tidak terpakai
banyaknya ip address yang tidak terpakai atau lebih mudah mengefisienkan dalam penggunaan ip
address.contoh dalam sekolahan terbagi atas beberapa ruangan dan diantaranya terdiri dari
ruang Lab. Komputer, Lab. Bahasa, ruang perpustakaan, ruang guru,.. dan lainnya,. dan ruang
- ruang yang disebutkan tadi pingin bisa terhubung antara satu dengan yang lain.
contoh :
Lab komputer = 12 komputer
Lab Bahasa = 28 komputer
ruang guru = 6 komputer
ruang perpus = 10 komputer
untuk ip addressnya adalah 192.168.5.0/24
penyelesaian =
urutkan dari jumlah yang terbesar, maka
28 = 28 + 1 network + 1 broadcast = 30 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 32
(1 network dan 1 Broadcast)
12 = 12 + 1 network + 1 broadcast = 14 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 16
(1 network dan 1 Broadcast)
10 = 10 + 1 network + 1 broadcast = 12 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 16
(1 network dan 1 Broadcast)
6 = 6 + 1 network + 1 broadcast = 8 maka prefixnya yang mempunyai host sebanyak 8
(1 network dan 1 Broadcast)
karena di kelas c maka untuk host IDnya berada di oktet ke 4. jumlah total adalah 256.
maka 256 - 32 =224
32 adalah 2^5
perhitungan cidrnya = 11111111.11111111.11111111.11100000 maka prefixnya /27
subnet=2^3=8
host persubnet=2^5=32
blok subnet=256-224=32
jadi blok subnetnya adalah=0,32,64,96,128,160,192,224
hasil sementara :
lab Bahasa = 192.168.5.0/27 --> 28 host = 2 host yang tidak terpakai
Lab Komputer = 192.168.5.32/27 --> 12 host = 18 host yang tidak terpakai
ruang perpus = 192.168.5.64/27 --> 10 host = 20 Host yang tidak terpakai
ruang guru = 192.168.5.96/27 --> 6 host = 24 host yang tidak terpakai
selanjutnya,....
untuk lab bahasa sudah efisien dengan 2 host yang tidak perpakai
lab komputer = 12 host maka 2^4=16
maka untuk lab komputer = 192.168.5.32/28
ruang perpus = 10 host maka 2^4=16
maka untuk ruang perpus = 192.168.5.64/28
ruang guru = 6 host maka 2^3=8
maka untuk ruang guru = 192.168.5.96/29
jadi untuk hasil akhirnya :
Lab Bahasa = 192.168.5.0/27 dengan 2 host tidak terpakai
Lab komputer = 192.168.5.32/28 dengan 2 host tidak terpakai
ruang perpus = 192.168.5.64/28 dengan 4 host tidak terpakai
ruang guru = 192.168.5.96/29 dengan 0 host tidak terpakai
CIDR
CIDR
untuk pembagian IP address yang kedua adalah dengan CIDR(ClassLess Inter Domain Routing)
atau biasa juga disebut dengan prefix "/". sebelum masuk ke cidr, kita harus tau tentang
binari.
konversi dari binary ke desimal dan sebaliknya. pengetahun itu cukup membantu dalam
pembagian IP address cara CIDR.
untuk Class A :
xxxxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy
x= netwrok ID , dan y=hosts ID
network IDnya adalah 8 bit maka untuk Class A CIDRnya adalah /8 sampai dengan /30
Untuk Class B :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy
x=network ID dan y=hosts ID
network IDnya adalah 16 bit maka untuk Class B CIDRnya adalah /16 sampai dengan /30
untuk Class C :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx.yyyyyyyy
x=network ID , dan y=hosts ID
network IDnya adalah 24 bit maka untuk Class C CIDRnya adalah /24 sampai dengan /30
ada 4 hal yang harus di perhatikan dalam konsep CIDR:
1. jumlah subnet
2. jumlah host persubnet
3. blok subnet
4. alamat host broadcast
contoh perhitungan CIDR :
192.168.2.0/27
maka :
11111111.11111111.11111111.11100000
kita lihat pada bagian hosts ID....
1. jumlah subnet.
jumlah subnet=2 pangkat jumlah nilai binary pada oktet ke 4 yang bernilai 1 (karena hosts ID
berada pada oktet ke 4)
jumlah subnet=2^3=2x2x2=8
2. jumlah host persubnet=2 pangkat (jumlah binary yang bernilai 0 pada oktet ke 4) - 2
jumlah host persubnet adalah 2^5 - 2=30
3. blok subnet = 255 - jumlah nilai desimal pada oktet ke 4
blok subnet =256 - 224=32, 32+32=64, 64+32=96, 96+32=128, 128+32=160, 160+32=192, 192+32=224
, 224+32=256
jadi blok subnetnya adalah=0,32,64,96,128,160,192,224
maka :
blok 1 = 192.168.2.0/27
blok 2 = 192.168.2.32/27
blok 3 = 192.168.2.64/27
blok 4 = 192.168.2.96/27
blok 5 = 192.168.2.128/27
blok 6 = 192.168.2.160/27
blok 7 = 192.168.2.192/27
blok 8 = 192.168.2.224/27
4. alamat host dan broadcast yang valid
a. host pertama adalah satu angka setelah subnet
b. host terakhir adalah satu angka sebelum broadcast
c. broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya
atau biasa juga disebut dengan prefix "/". sebelum masuk ke cidr, kita harus tau tentang
binari.
konversi dari binary ke desimal dan sebaliknya. pengetahun itu cukup membantu dalam
pembagian IP address cara CIDR.
untuk Class A :
xxxxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy
x= netwrok ID , dan y=hosts ID
network IDnya adalah 8 bit maka untuk Class A CIDRnya adalah /8 sampai dengan /30
Untuk Class B :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.yyyyyyyy.yyyyyyyy
x=network ID dan y=hosts ID
network IDnya adalah 16 bit maka untuk Class B CIDRnya adalah /16 sampai dengan /30
untuk Class C :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx.yyyyyyyy
x=network ID , dan y=hosts ID
network IDnya adalah 24 bit maka untuk Class C CIDRnya adalah /24 sampai dengan /30
ada 4 hal yang harus di perhatikan dalam konsep CIDR:
1. jumlah subnet
2. jumlah host persubnet
3. blok subnet
4. alamat host broadcast
contoh perhitungan CIDR :
192.168.2.0/27
maka :
11111111.11111111.11111111.11100000
kita lihat pada bagian hosts ID....
1. jumlah subnet.
jumlah subnet=2 pangkat jumlah nilai binary pada oktet ke 4 yang bernilai 1 (karena hosts ID
berada pada oktet ke 4)
jumlah subnet=2^3=2x2x2=8
2. jumlah host persubnet=2 pangkat (jumlah binary yang bernilai 0 pada oktet ke 4) - 2
jumlah host persubnet adalah 2^5 - 2=30
3. blok subnet = 255 - jumlah nilai desimal pada oktet ke 4
blok subnet =256 - 224=32, 32+32=64, 64+32=96, 96+32=128, 128+32=160, 160+32=192, 192+32=224
, 224+32=256
jadi blok subnetnya adalah=0,32,64,96,128,160,192,224
maka :
blok 1 = 192.168.2.0/27
blok 2 = 192.168.2.32/27
blok 3 = 192.168.2.64/27
blok 4 = 192.168.2.96/27
blok 5 = 192.168.2.128/27
blok 6 = 192.168.2.160/27
blok 7 = 192.168.2.192/27
blok 8 = 192.168.2.224/27
4. alamat host dan broadcast yang valid
a. host pertama adalah satu angka setelah subnet
b. host terakhir adalah satu angka sebelum broadcast
c. broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya
JENIS ALAMAT
Representasi Alamat
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
PENGALAMATAN
Alamat IP Versi 4
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
- Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
Langganan:
Postingan (Atom)

